Doa Untuk Orang Yang Meninggal • Nasehat Islam

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Mua’wiyah bin Amru telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Al Fazari dari Khalid Al Hadzdza` dari Abu Qilabah dari Qabishah bin Dzu`aib dari Ummu Salamah ia berkata; Ketika Abu Salamah meninggal,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke rumah kami untuk menjenguk jenazahnya. Saat itu, mata Abu Salamah tengah terbeliak, maka beliau pun menutupnya. Kemudian beliau bersabda: “Apabila ruh telah dicabut, maka penglihatan akan mengikutinya dan keluarganya pun meratap hiteris.

Dan janganlah sekali-kali mendo’akan atas diri kalian kecuali kebaikan, sebab ketika itu malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkan.” Setelah itu, beliau berdo’a: “ALLAHUMMAGHFIR LIABI SALAMAH WARFA’ DARAJATAHU FIL MAHDIYYIIN WAKHLUFHU FI ‘AQIBIHI FIL GHAABIRIIN, WAGHFIR LANAA WALAHU YAA RABBAL ‘ALAMIIN, WAFSAH LAHU FII QABRIHI WA NAWWIR LAHU FIIHI (Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, tinggikan derajatnya di kalangan orang-orang yang terpimpin dengan petunjuk-Mu dan gantilah ia bagi keluarganya yang ditinggalkannya. Ampunilah kami dan ampunilah dia. Wahai Rabb semesta alam. Lapangkanlah kuburnya dan terangilah dia di dalam kuburnya).”

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa Al Qaththan Al Wasithi telah menceritakan kepada kami Al Mutsanna bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Al Hasan telah menceritakan kepada kami Khalid Al Hadzdza` dengan Isnad ini dan serupa dengannya. Hanya saja, ia mengatakan; “Dan gantikanlah ia bagi keluarganya.” Ia juga mengatakan; “Ya Allah, lapangkanlah kuburannya.” Dan ia tidak mengatakan; “IFSAH LAHU (lapangkanlah baginya).” Dan ia menambahkan lagi; Khalid Al Hadzdza` berkata; “Dan do’a lain yang ketujuh saya lupa.”

HR. Muslim

Syariat Islam Harus Ditegakkan

Syariat Islam atau Hukum Peninggalan Kafir Penjajah Belanda?

اَفَحُكْمَ  الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ  وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ

Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?

[QS. Al-Ma’idah: Ayat 50]

Inilah Orang Yang Paling Mirip Dengan Sholat Rasulullah

Inilah Orang Yang Paling Mirip Dengan Sholat Rasulullah

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bahwasanya Abu Hurairah pernah shalat bersama mereka’, ia bertakbir setiap hendak turun atau bangkit. Tatkala selesai shalat ia berkata; “Demi Allah, aku adalah orang yang shalatnya paling mirip dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.”

HR. Nasa’i

Telah mengabarkan kepada kami Nashr bin ‘Ali dan Sawwar bin ‘Abdullah bin Sawwar dia berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Bakr bin ‘Abdurrahman dan dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman bahwasanya keduanya shalat di belakang Abu Hurairah Radliyallahu’anhu; bila hendak ruku’ maka ia bertakbir. Jika ia mengangkat kepalanya dari ruku’ maka ia mengucapkan, “Sami’allahu liman hamidah rabbana lakal hamdu (Allah Mendengar semua yang memuji-Nya. Ya Allah, untuk-Mu segala pujian).” Kemudian ia bertakbir ketika turun untuk sujud dan bertakbir ketika hendak bangun dari rakaat. Kemudian ia berkata; “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku adalah orang yang paling serupa dengan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, dan masih seperti inilah shalat beliau sampai meninggal dunia.” Lafazh ini milik Surur.
HR. Nasa’i 

Tidak Berlebih-lebihan Dalam Memberi Mahar • Nasehat Islam

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Abu Al ‘Ajfa` As Sulami, ia berkata;

Umar radliallahu ‘anhu berkhutbah kepada kami, ia berkata; ketahuilah, janganlah kalian berlebihan dalam memberi mahar kepada para wanita, seandainya hal itu adalah sebuah kemuliaan di dunia atau sebagai bentuk ketakwaan di sisi Allah, niscaya orang yang paling dahulu melakukannya adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan mahar kepada salah seorang dari isteri-isteri beliau, dan tidak juga diberikan kepada puteri-puteri beliau jumlah mahar yang melebihi dua belas uqiyah.

HR. Abu Daud

Mahar Surat Al-Quran • Nasehat Islam

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ya’qub dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa’d bahwa terdapat seorang wanita yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; wahai Rasulullah, saya datang untuk menghibahkan diriku kepadamu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kepadanya, lalu mengangkat pandangannya kepadanya dan merendahkannya kemudian menundukkan kepalanya.

Kemudian tatkala wanita tersebut melihat bahwa beliau tidak menunaikan sesuatu pada dirinya iapun duduk. Lalu terdapat seorang laki-laki dari kalangan sahabat yang berdiri kemudian berkata; wahai Rasulullah, apabila engkau butuh kepadanya maka nikahkanlah saya dengannya. Beliau bersabda: “Apakah engkau memiliki sesuatu?” kemudian orang tersebut mengatakan; tidak, demi Allah saya tidak mendapatkan sesuatu. Kemudian beliau bersabda: “Lihatlah walaupun satu cincin besi.” Lalu orang tersebut pergi kemudian kembali dan berkata; tidak, demi Allah wahai Rasulullah, tidak juga cincin besi, akan tetapi ini ada sarungku.

Sahl berkata; ia memiliki selendang, maka bagi wanita tersebut setengahnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa yang dapat engkau perbuat dengan sarungmu itu? Apabila engkau memakainya maka ia tidak memakai sedikitpun darinya. Dan jika ia memakainya maka engkau tidak memakai sedikitpun darinya.” Lalu laki-laki tersebut duduk hingga lama, kemudian berdiri dan dilihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpaling. Kemudian beliau memerintahkan agar ia dipanggil, lalu orang tersebut dipanggil. Lalu setelah ia datang beliau bersabda: “Apa yang engkau miliki dari Al Qur’an?” orang tersebut berkata; saya memiliki surat demikian dan demikian.

Dan iapun menyebutkannya, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah engkau dapat membacanya di luar kepala?” orang tersebut berkata; ya. Maka beliau bersabda: “Saya berikan dia kepadamu dengan apa yang engkau miliki dari Al Qur’an.”

HR. Nasa’i

Proses Setan Menggoda Manusia Dari Adzan Sampai Sholat

Proses Setan Menggoda Manusia Dari Adzan Sampai Sholat

Nasehat Islam@islam_nasehat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila telah diserukan panggilan (adzan) untuk shalat, maka setan mundur seraya mengeluarkan kentutnya hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan itu telah selesai, ia datang lagi.

Ketika dibacakan iqamah shalat, ia membelakang lagi, sampai ketika pembacaan iqamah selesai, baru ia datang lagi, sehingga melintas (mengganggu) hati orang yang sedang shalat, dan ia berkata; Ingatlah ini, ingatlah ini!, ia mengingatkan sesuatu yang tidak di ingat ingatnya sebelum dia shalat, sampai orang itu keliru dan dia tidak tahu, sudah berapa rakaatkah shalat yang telah dia kerjakan.”

(HR. Abu Daud)

Manfaat Air Rebusan Jahe • Dokterpedia

Manfaat Air Rebusan Jahe • Dokterpedia
.
Dilansir dari laman kesehatan Boldsky, disebutkan bahwa air rebusan jahe ternyata juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sekaligus memperlancar sirkulasi darah. Bahkan, jika kita rutin mengkonsumsinya, maka berbagai efek buruk dari paparan radikal bebas bisa dihilangkan dalam tubuh. Hal ini tentu akan mencegah datangnya kerusakan pada sel-sel tubuh yang bisa berujung pada datangnya masalah kesehatan.
.
Manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari mengkosumsi air rebusan jahe adalah kemampuannya dalam menghilangkan masalah bau mulut, serta mampu melawan pertumbuhan berbagai sel-sel yang abnormal yang bisa saja berlanjut menjadi penyakit kanker yang berbahaya. Selain itu, mengkonsumsi minuman ini setidaknya satu gelas saja dalam sehari bisa membuat sistem pencernaan menjadi lebih sehat, menurunkan resiko terkena masalah kesehatan ginjal, dan mencegah datangnya diabetes. Hal ini disebabkan oleh adanya nutrisi seng yang berperan besar dalam sekresi insulin yang mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.
.
Jahe yang bersifat menenangkan ternyata juga bisa mengatasi beberapa masalah seperti pembengkakan dan melonggarkan persendian yang bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman. Mengkonsumsinya juga akan mencegah datangnya stress.
.
Hanya saja, pastikan untuk meminum air rebusan jahe yang dibuat dari jahe asli, bukan dari jahe instan yang kerap kali sudah tercampur bahan lainnya demi mendapatkan manfaatnya yang maksimal.
.

Adegan Film Dilan 1990 Yang Tidak Pantas Dicontoh Generasi Muda Islam

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.. sebagai generasi muda muslim ada baiknya kita hati hati dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini adalah menonton Film yang sedang booming atau viral yaitu Dilan 1990. 
Sesungguhnya saya lihat Film ini banyak sekali mudharatnya. Karena bisa mengakibatkan jatuh cinta sebelum nikah atau pacaran. Yang sudah pasti pacaran itu diharamkan dalam Islam karena sudah pasti ada zina didalamnya.
Berikut adalah hal hal yang menurut saya Film ini sangat tidak cocok untuk generasi muda Islam. Dan dapat menghambat Hijrah seorang muslim.
Tidak menutup aurat, padahal sekilas saya lihat trailernya si cewek bilang kalau Tuhannya adalah Allah. Sudah pasti beragama Islam, tapi perintah Allah untuk menutup aurat tidak ditaatinya.
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّ   ۗ  ذٰ لِكَ اَدْنٰٓى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ   ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
[QS. Al-Ahzab: Ayat 59]
Miris sekali, disaat generasi Indonesia sedang memperbaiki akhlak dengan menghindari pacaran dan menjauhi zina.
Film ini justru seolah-olah mendukung budaya pacaran yang sudah mengakar di Indonesia 
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً   ۗ  وَسَآءَ سَبِيْلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.
[QS. Al-Isra’: Ayat 32]
Menyentuh yang bukan mahram 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). 

Bantu share artikel ini agar banyak generasi muda Islam yang tahu tentang hal hal yang sudah Allah dan Rasullullah tetapkan. Dan wajib dijauhi hal hal yang dilarang dalam Islam.

Semoga bermanfaat.. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu 

• Dilan 1990

• @islam_nasehat

• Nasehat Islam 

• Islam Nasehat

Cara Melakukan Tayamum

Membaca basmalah

Renggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.

Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.

Niat tayamum :

Nawaytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi ta’aala

(Saya niat tayammum untuk diperbolehkan melakukan shalat karena Allah Ta’ala).

Mengusap telapak tangan ke muka secara merata

Bersihkan debu yang tersisa di telapak tangan

Ambil debu lagi dengan merenggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.

Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.

Mengusap debu ke tangan kanan lalu ke tangan kiri